Ditulis oleh Joanne Orlando, Researcher, Digital Literacy and Digital Wellbeing, Western Sydney University
Artikel ini direpublikasi dari The Conversation sesuai dengan lisesnsi Creative Commons. Baca artikel asli di sini.
Awal tahun ajaran, orang tua akan mengajukan pertanyaan besar: apakah sudah waktunya bagi anak saya untuk memiliki hp?
Masalah keselamatan, khususnya terkait perjalanan ke dan dari sekolah, atau berada di rumah setelah sekolah tanpa orang tua, sering kali menjadi alasan keputusan ini. Tekanan sosial yang besar juga dapat terjadi jika banyak teman anak sudah memiliki hp.
Namun, hal itu tidak harus dihindari. Bagaimana Anda mengetahui apakah anak Anda siap untuk memiliki hp (smartphone)? Apa saja alternatifnya? Dan bagaimana Anda menetapkan batasan yang dapat dicapai dan sehat jika anak Anda benar-benar memiliki hp?
Mengapa kepemilikan hp adalah keputusan besar
Banyak orang tua yang khawatir tentang keselamatan anak-anak ketika mereka menggunakan hp, termasuk potensi bahaya bagi kesehatan mental, jika mereka terpapar konten yang tidak pantas, misalnya bullying, atau sekadar menggunakan hp terlalu sering.
Penelitian juga menunjukkan bahwa hal itu dapat menyebabkan ketergantungan pada hp dan gangguan atau kurangnya fokus di sekolah dan secara umum. Jadi, penting untuk membuat pilihan yang baik dan memberikan dukungan yang memadai bagi anak dalam isu ini.
Bagaimana Anda tahu jika anak-anak sudah siap memiliki hp?
Kepemilikan hp yang tepat tidak selalu bergantung pada usia anak, tetapi pada kesiapan anak dan keadaan keluarga.
Penelitian terkini menunjukkan anak-anak yang menerima hp berdasarkan kesiapan, bukan usia, menunjukkan kebiasaan digital jangka panjang yang lebih baik. Kebiasaan ini termasuk mengelola gangguan ponsel yang terus-menerus dan penilaian yang baik terhadap konten yang mereka telusuri dan gunakan secara rutin.
Anda dapat melihat kesiapan anak untuk memiliki hp dengan beberapa cara:
- Seberapa bertanggung jawab mereka dengan teknologi yang sudah mereka gunakan?
- Apakah mereka mengikuti panduan keluarga terkait waktu penggunaan layar (screen time)?
- Seberapa besar keinginan mereka untuk mendiskusikan pengalaman daring mereka dengan Anda?
- Apakah mereka mendatangi Anda jika ada masalah atau sesuatu yang tidak mereka pahami?
- Apakah mereka memiliki pemahaman dasar tentang privasi dan keamanan digital?
- Bagaimana pengambilan keputusan mereka saat luring? Bagaimana mereka dengan keluarga, teman, dan tanggung jawab lainnya?
Opsi alternatif selain hp
Jika Anda memutuskan ya, anak Anda sudah siap, mereka tidak harus langsung menggunakan hp dengan semua fitur dan aplikasinya.
Untuk kebutuhan keselamatan dasar, seperti bepergian ke sekolah, jam tangan pintar atau hp biasa dapat memungkinkan anak Anda menerima dan membuat panggilan serta pesan teks, tetapi tanpa mengakses internet.
Jika Anda ingin memprioritaskan koneksi sosial (sehingga anak tidak tertinggal dengan teman-temannya), Anda dapat memulai dengan tablet keluarga bersama yang dilengkapi aplikasi pengiriman pesan yang diawasi. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk mempertahankan persahabatan dalam batasan yang ditetapkan.
Bagaimana mengelola transisi penggunaan hp oleh anak
Saat anak-anak menunjukkan kemandirian dan kematangan digital yang semakin meningkat, mereka dapat beralih ke hp yang dilengkapi dengan 'kontrol orangtua', dan secara bertahap mendapatkan lebih banyak 'hak istimewa' jika mereka menunjukkan peningkatan tanggung jawab dalam penggunaan hp.
Opsi lain anak Anda dapat memiliki telepon pintar dengan "check in" rutin. Di sini orangtua dan anak mendiskusikan tantangan umum seperti mengelola notifikasi, aplikasi yang boleh digunakan anak, dan di mana hp dapat digunakan.
Pendekatan ini menempatkan akses telepon pintar bukan sebagai kebutuhan langsung, melainkan tahap akhir dalam perkembangan digital anak yang bijaksana.
Penelitian menunjukkan keluarga yang menerapkan pendekatan bertahap ini melaporkan lebih sedikit konflik seputar teknologi serta kebiasaan digital jangka panjang yang lebih baik pada anak-anak mereka.
Kuncinya terletak pada pencocokan akses teknologi dengan kebutuhan asli daripada tekanan sosial yang dirasakan, sambil mempertahankan batasan yang jelas dan komunikasi terbuka.
Tiga hal yang penting dibicarakan saat anak memiliki hp baru
Meskipun banyak sekolah kini memiliki pembatasan penggunaan telepon selama jam sekolah, perencanaan penggunaan hp yang sehat di luar sekolah sangatlah penting.
Ada tiga percakapan penting tentang "hp baru" yang perlu dilakukan dengan anak Anda, untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.
1. Permintaan pertemanan: permintaan ini bisa jadi berlebihan dan sering kali membuat anak-anak dan orang tua kewalahan. Anda tidak harus menyetujui semuanya. Putuskan cara mengelola aliran permintaan yang terus-menerus dan cara menyingkirkan kontak yang tidak diperlukan.
2. Waktu penggunaan layar: kemungkinan akan terjadi "lonjakan waktu penggunaan layar" saat anak Anda memiliki perangkat sendiri. Hal ini diperburuk oleh godaan terus-menerus untuk melamun dan menjelajahi konten. Putuskan bersama waktu dan zona "tanpa teknologi" yang dapat diterapkan di rumah. Misalnya, tidak boleh ada ponsel di mobil dan tidak boleh ada ponsel setelah pukul 9 malam, atau pembatasan konten yang dapat dijelajahi seperti YouTube atau Tiktok. Orang tua dapat membantu anak-anak untuk menggunakan fitur waktu penggunaan layar bawaan di ponsel yang mematikan aplikasi tersebut selama waktu pembatasan.
3. Notifikasi: karena banyaknya obrolan grup dan teman baru, akan ada ping dan notifikasi yang tak ada habisnya. Ini akan mendorong lebih banyak waktu di depan layar, terkadang hingga larut malam. Buka pengaturan telepon bersama anak Anda dan bersama-sama putuskan notifikasi mana yang akan dimatikan (idealnya, sebagian besar notifikasi). Ini berarti anak-anak akan memiliki lebih sedikit gangguan dan lebih banyak tidur, dan seluruh rumah akan lebih damai. []
Sikula id
Muhammad
Ayu